Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan atau Tidak? Simak Faktanya Seiring Aksi Pembersihan di Jakarta
Pertanyaan soal ikan sapu-sapu bisa dimakan atau tidak belakangan makin ramai dibahas. Bukan cuma karena konten viral, tapi juga karena adanya aksi besar-besaran di Jakarta yang sedang membersihkan ikan itu dari sungai.
Bayangin saja, dalam satu hari, hampir 7 ton ikan sapu-sapu berhasil ditangkap. Jumlah yang nggak sedikit dan ini bikin banyak orang makin penasaran sebenarnya ikan ini bisa dimakan atau justru berbahaya?
Belakangan, Pemprov DKI Jakarta sedang melakukan gerakan besar yang disebut perang basmi sapu-sapu. Aksi ini dilakukan serentak di lima wilayah Jakarta, dengan tujuan utama membersihkan sungai dari ikan yang dianggap merusak ekosistem.
Dalam operasi tersebut, total tangkapan mencapai sekitar 6,98 ton dalam satu hari, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Jakarta Selatan. Kenapa sampai segitunya?
Karena ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif. Artinya, mereka bisa berkembang sangat cepat dan mengganggu keseimbangan ekosistem, termasuk mengancam ikan lokal.
Apa Itu Ikan Sapu-Sapu?
Ikan sapu-sapu atau pleco (Plecostomus) adalah ikan air tawar yang sering hidup di dasar sungai. Ciri khasnya, sebagai berikut:
- Mulut seperti penghisap;
- Tubuh keras seperti berlapis armor; dan
- Sering hidup di perairan keruh.
Karena kebiasaannya memakan lumut dan kotoran, ikan ini sering dianggap ikan pembersih. Masalahnya, justru karena hidup di lingkungan seperti itu, muncul pertanyaan soal kelayakan konsumsi.
Jadi ikan sapu-sapu bisa dimakan atau tidak sebenarnya sih? Jawabannya bisa dimakan, tapi harus sangat hati-hati. Secara ilmiah, ikan sapu-sapu tidak beracun. Artinya, tubuhnya tidak mengandung racun alami yang berbahaya.
Namun, yang jadi masalah adalah lingkungan tempat hidupnya. Karena sering berada di sungai tercemar, ikan ini berpotensi membawa bakteri, parasit, hingga logam berat. Jadi, bukan ikannya yang berbahaya tapi apa yang masuk ke dalam tubuhnya.
Kenapa Tidak Dimanfaatkan Saja dari Hasil Pembersihan?
Ini pertanyaan yang sering muncul setelah aksi di Jakarta. Dengan tangkapan hampir 7 ton, banyak yang berpikir kenapa nggak dimakan saja? Secara teori, memang bisa. Tapi dalam praktiknya, ada beberapa kendala besar, seperti:
- Risiko Kesehatan: Ikan yang hidup di sungai kota besar berisiko tinggi terkontaminasi limbah;
- Kualitas Daging: Daging ikan sapu-sapu itu tipis, keras, dan banyak tulang; dan
- Bau Lumpur: Bau khas dari habitatnya cukup kuat dan sulit dihilangkan.
Makanya, ikan ini tidak otomatis jadi bahan konsumsi meskipun jumlahnya melimpah. Kalau mau dimakan, harus dibersihkan seperti apa? Nah, ini bagian penting.
Kalau kamu tetap penasaran dengan pertanyaan “ikan sapu sapu bisa dimakan atau tidak sih”, kuncinya ada di proses pembersihan. Berikut langkah yang biasanya dilakukan:
- Pisahkan dari Sumber Tercemar: Idealnya, ikan diambil dari perairan yang relatif bersih bukan dari sungai kota;
- Kupas Kulit Keras: Kulit luar ikan sapu-sapu sangat keras dan tidak dimakan. Biasanya, dibuka bagian perut, kulit dilepas, dan diambil dagingnya saja;
- Buang Isi Perut: Bagian ini wajib dibersihkan total karena paling berpotensi mengandung kotoran dan bakteri;
- Cuci Berkali-kali: Tidak cukup sekali bilas. Biasanya dicuci dengan air mengalir, lalu ditambah garam;
- Rendam dengan Bumbu: Untuk menghilangkan bau pakai jeruk nipis, cuka, serta rempah-rempah; dan
- Masak Sampai Matang Sempurna: Tidak boleh setengah matang. Ini penting untuk membunuh bakteri dan parasit.
Kenapa Tetap Tidak Direkomendasikan?
Meskipun bisa dimakan, ikan sapu-sapu tetap bukan pilihan utama. Alasannya simpel:
- Prosesnya ribet;
- Risiko kesehatan ada;
- Hasilnya tidak terlalu memuaskan;
Dibanding ikan lain seperti lele atau nila, jelas kalah praktis. Kalau kita jawab secara jujur ikan sapu sapu bisa dimakan atau tidak sih? Bisa dimakan tapi harus melalui proses pembersihan ketat.
Intinya, tidak semua aman, terutama dari sungai tercemar, kemudian tidak direkomendasikan untuk konsumsi rutin Ditambah lagi, fakta bahwa Jakarta sampai harus melakukan pembersihan besar-besaran.
Hal itu menunjukkan bahwa ikan ini lebih dianggap sebagai masalah lingkungan daripada sumber pangan. Fenomena ikan sapu-sapu ini menarik banget. Di satu sisi, jumlahnya melimpah sampai harus dibersihkan massal.
Di sisi lain, masih banyak yang penasaran apakah bisa dimakan. Seperti penjelasan di atas jawabannya ada di tengah bisa, tapi tidak sembarangan.
Jadi kalau kamu masih bertanya ikan sapu-sapu bisa dimakan atau tidak sih? Sekarang kamu sudah tahu dong. Ingat, bukan sekadar ya atau tidak, tapi tergantung bagaimana cara memperlakukannya. (Dila Nashear)